TRAVEL FILMMAKER

I AM

image
Halo,

Saya Eden Pemalang

Saya adalah sesorang yang bergerak di bidang Videografi dan beberapa hal yang ada disekitar itu. Saya belum lama mulai berkecimpung di dunia ini, tapi saya akan terus menambah pengalaman saya secara pribadi dengan mengerjakan berbagai proyek kedepannya.

Saya memulai dari yang paling simpel sampai yang lebih rumit. Saya terus mencoba untuk mendobrak batas yang saya miliki dan meningkatkan kemampuan saya dari hari ke hari. Dengan dobrakan demikian, saya mampu menciptakan batas baru dalam hal kemampuan saya.


Education
SMK N 1 Ampelgading

Teknik Audio Video

2015 - 2018

SMP N 2 Pemalang

2013 - 2015


Experience
Multimedia Departement

Elpisir Media

Video Editor

Rindu Tebal Short Movie

Co-Leader

JATeam


My Skills
Video Production
Video Editing
Sound Designing
Camera operation

9

Awards Won

27

Happy Customers

86

Projects Done

568

Photos Made

WHAT CAN I DO

Web Design

Saya mendesain beberapa Website. Salah satunya adalah Web yang sedang anda lihat sekarang ini.

Videografi

Saya memproduksi video seperti Wedding Video, Travel Video, atau Event Video.

Graphic Design

Saya mendesain beberapa logo dan flyer untuk beberapa acara baik secara resmi maupun non-resmi.

Video Editor

Saya mengedit video baik personal maupun komersil sesuai kebutuhan Client atau saya secara pribadi.

Photographic

Saya kebanyakan memotret landscape atau objek potrait tertentu.

Unlimited Support

Konsultasi dan Sharing selalu saya lakukan kapan saja asalkan saya masih bisa melakukannya.

SOME OF MY WORK
Tampilkan postingan dengan label Team Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Team Project. Tampilkan semua postingan

PIC LOMBA FOTO & VIDEO


Beberapa hari lalu, aku mendapat tugas untuk menjadi PIC (Person in Charge) Lomba Foto & Video di Event Pemalang Enduro Warm Up Asian Enduro Series. Tugas ini diemban baik aku secara pribadi dan juga Sineas Pelajar Pemalang yang siap sedia di lokasi sebelum dan sesudah pelaksanaan Lomba.

Menjadi PIC lomba seperti ini memang adalah hal pertama yang aku rasakan. Awalnya aku dalam event ini juga mengurusi bidang Desain Grafis dan Multimedia, namun karena satu dan lain hal, akhirnya tugas itu dilimpahkan ke orang lain, dan sebagai gantinya aku mengerjakan Lomba Foto & Video ini.

Tim Pelaksana Lomba Foto dari Sineas Pelajar Pemalang
(Foto: Unknown)
Awalnya memang terasa berat sekali beban di pundak, tapi lama kelamaan aku menikmati proses ini. Mulai dari menjawab dan mendata peserta, sampai kordinasi lapangan dengan EO dan juri yang juga siap sedia di lokasi event.

Pengalaman ini juga lebih menarik lagi ketika melihat semangat luar biasa yang dilakukan oleh banyak sekali anak-anak yang mengikuti kegiatan ini. Tawa serta cerita-cerita mereka sangat membuat diriku lebih semangat lagi dalam menjalankan tugas istimewa ini.

Pengalaman lain yang aku rasakan adalah keberadaan sosial media yang sangat berpengaruh besar terhadap ekosistem lingkungan terutama dalam dunia Fotografi dan Videografi. Mereka-mereka yang menggeluti bidang ini tentunya sangat ingin menciptakan karya-karya mereka supaya lebih baik dan lebih bermutu.

RINDU TEBAL SHORT FILM


Hari ini tugasku akhirnya telah usai, setelah sudah beberapa waktu lalu mendapat revisi – revisi dari tim produksi lainnya, akhirnya semua itu bisa terselesaikan dengan semestinya. Sehari setelah postingan ini diturunkan akan diadakan nonton bareng internal yang diikuti oleh para produser dalam film ini.

Perlu saya jelaskan terlebih dahulu proyek luar biasa yang sangat sarat dengan ilmu dan pengalaman yang luar biasa ini. Maka dari postingan ini saya ingin menjelaskan secara umum apa saja yang saya kerjakan dalam proyek ini.

Beberapa waktu lalu ketika saya sedang berfokus pada proses produksi Gemblung, salah satu seniman senior yang bergerak dibidang keaktoran dan perfilman di Pemalang juga memproduksi sebuah film pendek yang diangkat dari sebuah lagu gubahan Iwan Fals yang berjudul Rindu Tebal.

Salah satu adegan di film pendek Rindu Tebal. (sumber: video)

Film ini mengisahkan perjuangan seorang anak muda yang baru tamat sekolah dan harus menghadapi kerasnya dunia nyata. Tantangan dari orang tua dan wanita yang dipuja menekan dirinya menjadi pribadi yang harus keluar dari zona nyamannya saat ini dan memulai suatu petualangan yang penuh teka – teki dan cerita.

Film yang disutradarai oleh Tarto Slamet a.k.a. Tartonet dan dibantu oleh Jeki Cun ini berdurasi sekitar 28 – 30 menit. Film ini diproduseri oleh Jully Kantari dan beberapa pihak – pihak lainnya yang memiliki sebuah tujuan yang sama, yaitu mewujudkan impian masing – masing pihak dan akhirnya terjadilah sebuah simbiosis mutualisme antar pihak.

Tugas saya dalam film ini adalah menjadi penyunting gambar dari awal hingga akhir. Walaupun demikian ada beberapa bagian yang sudah dikerjakan oleh Sutradara film ini karena beliau menginginkan sesuatu yang khusus di bagian – bagian tersebut. Dan sisanya saya kerjakan dari awal hingga selesai.

Memang, awalnya terasa sangat sulit untuk memulai sebuah proyek yang cukup besar. Ditambah, baru pertama ini saya mendapatkan sebuah proyek yang berdurasi sepanjang ini. Sebelumnya saya hanya mengerjakan pengeditan video sekitar 10 – 15 menit, tetapi di proyek ini saya mendapatkan tugas untuk menyunting gambar sepanjang hampir lebih dari 30 menit. Hal ini saya rasakan ketika pertama kali melihat daftar file mentah yang saya terima. File yang saya dapatkan kurang lebih 40 GB dan saya harus segera memilah file yang dibutuhkan dan yang tidak terlalu dibutuhkan.


Salah satu adegan di film pendek Rindu Tebal. (sumber: video)
Hal yang pertama saya kerjakan adalah saya membagi setiap file sesuai dengan scene masing – masing. Dalam tiap scene saya juga bagi berdasarkan waktu kejadian, sehingga proses pengerjaan saya dapat lebih produktif dan fokus. 

Setelah selesai membagi, saya mulai mengerjakan tiap scene sesuai dengan urutannya masing – masing. Di kalangan para pembuat film biasanya hal ini disebut dengan offline editing. Di tahapan ini saya memastikan semua file yang dimasukkan sesuai dengan yang dibutuhkan dan membuang file – file yang tidak digunakan. Tetapi saya tidak menghapusnya, saya tetap membuat cadangan file jika sewaktu – waktu sutradara membutuhkan file itu untuk menggambarkan suatu keadaan dengan lebih terfokus.

Setelah usai mengerjakan tiap bagian, saya mengirimkan semua scene ke sutradara dan menerima revisi dari beliau. Setelah mendapatkan revisi yang jelas, saya langsung mengerjakan semua yang diharapkan dan diinginkan. Saya mengulang hal tersebut sampai sutradara puas dengan hasil kerja saya.

Setelah itu saya baru mulai menyusun semua file berdasarkan scene kesebuah file utuh yang akan menjadi film yang lengkap pada akhirnya. Saya melakukan hal yang sama dengan yang saya kerjakan sebelumnya. Setelah selesai mengerjakan hal ini saya meminta revisi dari sutradara agar sesuai dengan harapan. Saya melakukan hal ini juga berapa kali sampai sutradara merasa puas dengan hasilnya.

Setelah semua tahap itu selesai, baru saya menjalankan fine tuning yaitu perbaikan – perbaikan kecil yang membuat film semakin lancar dan hidup. Perbaikan ini seperti perapihan potongan, pengondisian suara, penyetabilan volume, penyamarataan warna video, sampai penambahan subtitle pendukung mengingat film pendek ini memuat bahasa daerah.

Salah satu adegan di film pendek Rindu Tebal. (sumber: video)

Setelah hal itu sudah dikerjakan, akhirnya file siap ditayangkan dihadapan semua tim produksi dan talent film tersebut. Ketika hal itu dilaksanakan ada berbagai tanggapan yang masuk berkaitan dengan hasil akhir film tersebut. Dan saya langsung mendapat instruksi dari sutradara untuk menyelesaikan hal – hal tersebut.

Dan sekarang, semua itu telah usai. Saya mendapat banyak sekali saran, masukan, ilmu, serta pengalaman yang sangat berharga bagi diri saya secara pribadi dan kemampuan editing saya. Saya lebih mengerti cara efektif pengerjaan sebuah proyek yang cukup masif, saya juga diajarkan menghapi keinginan orang banyak dan kesabaran dalam hal mengerjakan setiap revisi yang ada.

Film pendek ini tidak akan ditayangkan di YouTube atau situs berbagi video lainnya tanpa ada persetujuan dari sutradara dan produser. Jadi saya tidak berhak untuk mengeluarkan atau menayangkan film ini tanpa persetujuan dan sepengetahuan sutradara dan produser.

Semoga dengan adanya hal ini, proses yang saya alami dapat lebih baik lagi kedepannya. Saya juga berharap agar apa yang saya kerjakan saat ini bisa bermanfaat dalam waktu dekat dan jangka panjang dalam kegiatan saya di pengeditan video.

ANGKUR SHORT FILM


Hari ini tugas saya telah resmi usai dengan hasil yang cukup memuaskan menurut saya secara pribadi. Teman-teman Jurnalis Amga a.k.a. JATeam telah berhasil memboyong piala di posisi ketiga dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang berada di tahap penyisihan tingkat karesidenan.

Torehan prestasi ini memang bukan milik saya, tetapi karena saya tergabung dalam tim ini, saya merasa sangat bangga. Mengingat, saya masih terngiang-ngiang masa dimana ketika JATeam masih berada di pundak saya dan beberapa teman-teman lain, melihat adik kelas saya berada dipanggung dengan membawa sebuah piala adalah sesuatu yang menyentuh hati kecil saya.

Sambil setengah menahan rasa haru, saya bertepuk tangan ketika nama SMKN 1 Ampelgading diumumkan mendapat peringkat ke-3 dalam festival film pendek itu. Ada banyak pihak dan orang-orang yang bekerja keras dibalik adanya hal ini, dan melalui tulisan ini saya ingin menceritakan apa yang kami kerjakan.

Ini adalah foto yang diambil ketika kami mengadakan produksi di hari ke-2 pada saat persiapan alat. (foto: Tim BTS)

Semuanya bermula ketika saya mendapatkan kabar dari Rismah Maghfiroh bahwa almamater saya mendapatkan sebuah kehormatan untuk berfestival dalam bidang film pendek disebuah ajang yang sangat bergengsi dan dilakukan rutin tiap tahun yang mengadu film-film pendek berkualitas dari seantero tanah air.

Ketika saya mendapatkan kabar demikian, saya langsung teringat dengan proyek yang pernah saya ikuti sebelumnya, yaitu Gemblung. Saya langsung mengingat kembali apa yang harus saya kerjakan mulai dari tahap Pre-Production sampai nanti akhirnya Publishing. Saya berusaha mengikuti setiap langkahnya dengan baik dan benar.

Setelah itu saya dan teman-teman lain mulai mengordinasi untuk membuat sebuah naskah yang terstruktur. Kami mengerjakannya dalam waktu yang relatif singkat. Kurang lebih 2 malam, naskah tersebut siap direvisi. Setelah mengalami beberapa revisi, akhirnya naskah tersebut siap untuk diperankan.

Ini adalah foto dengan sudut pandang yang lain. Kami mempersiapkan semuanya agar terlihat natural. (foto: Tim BTS)

Di kubu lain, Veno Setyoaji Wiratama membantu untuk mempersiapkan sarana prasarana dalam proses produksi ini. Semua alat yang dibutuhkan, ijin yang dikeluarkan, dan kebutuhan sehari-hari kami selama proses produksi dikendalikan dengan baik oleh Veno dari awal hingga detik pada saat postingan ini diturunkan.

Kami langsung mempersiapkan talent, kebutuhan divisi, pengondisian tempat produksi, dan izin yang diperlukan selama proses produksi ini. Kami mengadakan Reading selama satu hari dan Recky juga dalam satu hari. Dalam dua hari itu, kami berusaha untuk menyelesaikan semua yang berkaitan dengan talent agar pekerjaan mereka bisa lebih mudah.

Setelah melalui perhitungan matematis yang rumit, akhirnya ditentukan hari produksi. Pada saat produksi tugas saya adalah membantu setiap divisi agar mereka bisa menyelesaikan Job Desk mereka masing-masing. Saya membantu Director of Photography supaya framing yang dilakukan dapat sesuai dengan Shot List. Saya membantu Light Departement agar dapat memenuhi kebutuhan cahaya dari D.o.P.

Ini adalah foto ketika kami mengadakan waktu santai untuk mengobrol dan menikmati waktu bersama. Keseruan itu penting untuk menjaga mood semua tim. (Foto: Yahya)

Saya juga membantu Line Producer untuk mengatur jadwal. Saya juga membantu untuk membuatkan Call Sheet agar proses produksi bisa berjalan lancar. Dan ada beberapa divisi lain yang mendapatkan perhatian khusus dari saya seperti Lookman, Audio Departement, Runner, dan Talent Coordinator.

Tantangan bagi saya disini adalah, saya harus memahami kemampuan mereka dan ketahanan fisik mereka. Saya tidak bisa menyamakan mereka dengan orang-orang yang sudah terbiasa mengikuti proses produksi. Tetapi dengan bantuan dan tekad teman-teman JATeam kami akhirnya bisa menyelesaikan semuanya itu, walaupun ada banyak sekali pengorbanan yang mereka lakukan demi berlangsungnya film ini.

Di tahap Post-Production saya juga membantu editor agar pekerjaan mereka terstruktur dan tepat sasaran. Karena Deadline yang sangat mepet, kami harus menyesuaikan waktu dan fokus kami agar semua dapat berguna dan tidak terbuang sia-sia.

Saya hanya membantu mereka, tetapi rasa puas yang saya dapatkan ketika mereka mendapatkan prestasi sangat membuat saya tersentak. Saya menjadi lebih semangat lagi untuk berkarya. Sayangnya film ini tidak akan ditayangkan di YouTube atau sebagainya. Film ini menjadi milik mereka para pembuat film pendek ini.

Semangat Berkarya adik-adikku!!
Aku mendukung kalian!!

HIDUPKU SHORT FILM

Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan tawaran untuk membantu proses produksi Film Pendek besutan Faiq Maolana dan ILF Team. Aku awalnya mendapatkan tawaran untuk menjadi D.O.P sekaligus merangkap menjadi Editor dari Film Pendek ini.

Setelah melalui pertimbangan yang cukup, akhirnya aku menyetujui dalam proses pembuatan film pendek ini. Film ini bercerita tentang menyesalnya seorang anak muda yang telah menyia-nyiakan waktu dan energinya untuk hal yang kurang, atau bahkan tidak penting.

Salah satu adegan yang ada di film ini. (sumber: video)


Kehidupannya yang keras akhirnya membentuk dia menjadi pribadi yang keras juga. Berkelahi adalah hal yang wajar bagi dia. Tetapi semuanya berubah dalam sekejap setelah sesuatu menimpanya.

Adalah suatu kehormatan pula bagi saya secara pribadi karena dapat menyukseskan film pendek ini. Memang, peran saya hanya sangat kecil dalam film pendek ini. tetapi saya cukup puas dengan kinerja saya secara pribadi.

Salah satu adegan yang ada di film ini. (sumber: video)

Sampai tulisan ini diturunakan, belum diketahui jelas apakah film ini akan dipublikasikan secara umum, atau hanya menjadi portofolio pribadi yang sewaktu-waktu akan diputar di event yang cocok.

Semoga, saya bisa lebih meningkatkan kemampuan pribadi saya di bidang ini, dan bisa memberikan dobrakan yang lebih baik lagi kedepannya.

GEMBLUNG SHORT MOVIE


Tepat setelah YouTube Rewind Pemalang selesai diedit dan kemudian diunggah, saya dihubungi untuk membantu mengerjakan salah satu proyek film pendek yang disutradari oleh Nana Sri Marhenisme yang berada di bawah payung Sineas Pelajar Pemalang.

Dalam proyek ini saya dipasrahi tanggung jawab sebagai Produser dan Behind The Scene. Sebenarnya penggunaan nama produser agak rancu karena bukan saya yang menggelontorkan dana dalam proyek ini. Mungkin lebih tepatnya saya ada di bagian Production Manager, karena yang saya kerjakan adalah memastikan semua divisi bisa menyelesaikan tugas mereka masing - masing, sekaligus memantau pengeluaran uang.

Zendy (Kiri) dan Husen (Tengah) sedang mempersiapkan lightstand beserta LED Light yang digunakan untuk proses produksi. Dibelakangnya pembina kami, Rendy sedang menuju lokasi produksi untuk memberi dukungan kepada kami. (Foto: Eden)

Tugas saya rangkap dengan Behind The Scene karena memang dalam proyek ini, kami kekurangan tenaga. Dan karena tugas saya tidak terlalu banyak pada saat produksi, saya bisa mengerjakan dua hal ini sekaligus. Memang perlu banyak koreksi, tapi kinerja saya cukup untuk menyelesaikan tugas ganda saya ini.

Proyek ini sudah berlangsung cukup lama. Dan sempat mandeg karena kekurangan daya dorong dari motor penggerak. Tetapi akhirnya, kami bisa menyelesaikan tugas - tugas yang seharusnya kami kerjakan dari beberapa waktu lalu.

Afi Ressa Maulana (D.O.P) sedang memantau jalannya proses produksi melalui monitor eksternal agar gambar dapat dilihat dengan lebih jelas dan misfocus bisa dihindari. (Foto: Eden)

Kami mengerjakan proyek besar ini selama 2 hari 4 malam mulai dari hari Jumat (18/1) malam hingga Minggu (20/1) malam di wilayah Kabupaten Pemalang, tepatnya Desa Surajaya. Kami memutuskan untuk menginap, karena untuk efisiensi waktu, tenaga, dan sumberdaya.

Proyek ini didanai oleh Sinema Pantura sebesar Rp. 5.000.000,-. Angka yang cukup besar untuk sebuah film pendek. Tetapi mengingat barang yang kami butuhkan cukup banyak untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak asal karya, kami menggunakan dana sebanyak itu.

Afi Ressa Maulana (D.O.P) sedang menggunakan Focus Ring untuk mengatur fokus pada saat proses produksi film pendek Gemblung. (Foto: Eden)

Dana sebanyak itu kami gunakan untuk menyewa alat, kebutuhan konsumsi, penginapan, dan perijinan. Selain itu, kami juga menggunakan dana itu untuk memberikan uang transport untuk talent dan extras.

Berkat dukungan dari seluruh tim, pembina, dan pihak - pihak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, akhirnya proyek ini berhasil kami selesaikan.

YOUTUBE REWIND PEMALANG 2018

Sekitar bulan September 2018 saya bergabung dengan salah satu komunitas YouTuber di wilayah tempat saya tinggal. Sebulan kemudian, saya dipercayai untuk mengordinasi sebuah proyek perdana yang komunitas ini adakan. Hal ini bukanlah hal yang mudah, karena yang saya harus segera menyesuaikan diri di atmosfer yang baru dan memimpin sebuah proyek yang cukup besar. Ditambah lagi ini adalah YouTube Rewind Pemalang yang pertama, sehingga hal ini harus menjadi contoh untuk yang berikutnya.

Dalam proyek kali ini, saya dibantu oleh Faiq Maolana, yang menjadi Co-Coordinator. Saya memulai proyek ini dengan mengumpulkan seluruh anggota komunitas ini. Dan setelah sudah terkumpul semua, saya segera membagi tugas mereka masing - masing agar kami dapat bersama - sama menyelesaikan proyek perdana ini.

Kami memutuskan untuk membuat rapat sebanyak 3 kali sampai akhirnya siap untuk diadakan proses produksi (Shooting). Pada pertemuan ketiga, kami semua sudah siap, karena semua proses sudah dijelaskan dengan sangat panjang lebar kepada seluruh tim produksi maupun talent.


Hujan tidak menghalangi tim produksi YouTube Rewind Pemalang 2018 untuk berhenti. Kami memanfaatkan apapun yang kami miliki agar proses ini dapat terselesaikan. (foto: Prio)

Proses produksi kami laksanakan selama 6 hari yang berlangsung 3 minggu (2 hari seminggu). Beberapa tempat wisata kami datangi guna memperkental nuansa Pemalang. Judul Pemalang Pusere Jawa juga kami angkat berdasarkan suara terbanyak, mengingat slogan ini menjadi sangat terkenal dan cukup viral pada tahun 2018.

Setelah proses shooting yang berminggu - minggu, akhirnya kami dapat menyelesaikan tahap tersebut. Berlanjut ke tahap editing (post production). Kami mengedit menggunakan 2 perangkat berbeda selama 2 minggu agar video yang dihasilkan dapat sempurna dan sesuai harapan.

Saya (kiri) dan Faiq Maolana (Kanan) setelah menyelesaikan produksi di Pantai Widuri Pemalang. (foto: Hafit)

Ini adalah proyek pertama saya dalam komunitas YouTuber Pemalang ini, dan saya cukup bangga dengan kinerja tim. Memang ada banyak hal yang perlu kami secara pribadi maupun kelompok perlu koreksi, tetapi untuk awalan, saya merasa hal ini sudah cukup baik.

Semoga di proyek berikutnya, komunitas ini dapat lebih berkembang dan kualitas konten dan kinerja kami dapat senantiasa diperbaiki dari waktu ke waktu.

YouTube Rewind Pemalang 2018 sudah bisa dinikmati melalui YouTube. Silakan cari YouTube Rewind Pemalang 2018 di kolom pencarian, maka hasil kerja keras kami dapat ditemukan disana. Behind The Scene juga sudah ada disana dan bisa dinikmati pula.

CO-LEADER of JATEAM


Tugas saya sudah selesai pada hari ini. Akhirnya setelah kurang lebih 2 tahun berkecimpung dan bergelut di dunia jurnalistik, saya akhirnya bisa menyelesaikan dan menyerahkan tanggungjawab ini ke generasi berikutnya.

Selama 2 tahun ini saya bergelut di dunia jurnalistik, khususnya Jurnalis Siswa. Saya tergabung dalam sebuah organisasi sekolah yang bernama JATeam (Journalist Amga Team). Kami bertanggungjawab untuk mengabarkan kepada masyarakat sekolah maupun umum tentang event yang berlangsung dari sekolah, baik yang bertempat di dalam maupun diluar sekolah.

Kami sering pulang sore, kehujanan, kepanasan, lelah karena berlari larian, meninggalkan pelajaran untuk beberapa waktu, karena tugas ini. Seorang jurnalis harus giat dan cekatan melihat sebuah momen. Tergantung pada Job Desk kita,kita harus jeli melihat keadaan dan membuat kesimpulan yang seimbang.

Ini adalah tanda tugas yang dimiliki oleh semua anggota JATeam. Disana tertera nama, spealisasi, dan NISN. Yang membuat ini istimewa karena tidaklah mudah mendapatkannya. Dan sekali mendapatkannya, kami mendapat banyak keuntungan untuk bertugas. (Foto:Eden)

Sebagai Fotografer, saya harus cepat membuat pengaturan kamera agar foto yang diambil sesuai dengan keinginan. Sebagai Videografer, saya juga harus cepat dalam mengambil momen. Melihat semuanya dari sudut pandang yang lain sehingga video yang dihasilkan tidak biasa-biasa saja. Sebagi News Writter, saya harus bisa menyimpulkan dengan seimbang semua fakta yang ada dan perlu sangat berhati-hati agar tidak menyampaikan opini atau pendapat pribadi.

Selama berada didalam organisasi ini, saya memegang tanggung jawab sebagai Co-Leader (Wakil Ketua) yang sebenarnya sekaligus ketua. Karena Leader kami adalah pengurus OSIS maka tidak akan bisa memegang dua tanggung jawab sekaligus, maka semua hal yang berada didalam organisasi ini menjadi tanggungjawab serta ranah saya.

Ini adalah masa dimana kami harus meliput kegiatan PPAB (Penerimaan Peserta Ambalan Baru). Dalam kegiatan ini kami diwajibkan untuk menginap guna mendapatkan berita yang faktual. (Foto:Eden)

Pada masa tugas saya, kami membuat banyak sekali kemajuan. Terlebih karena JATeam adalah organisasi yang baru lahir ketika saya mendapatkan tanggungjawab ini. Maka saya harus membuat manuver agar organisasi ini bisa mendapat posisi seperti organisasi lainnya di sekolah.

Saya harus berpikir berkali-kali agar kami bisa mendapatkan kepercayaan untuk izin meninggalkan pelajaran, atau izin berangkat sekolah untuk mengikuti rapat padahal itu adalah hari libur. Atau mungkin terpaksa harus menginap di sekolah jika ada kegiatan yang mengharuskan kami menginap disekolahan.

Ini adalah foto ketika kami mendapat tugas untuk mendapat liputan pada saat peringatan HUT Pemalang ke 443. (Foto:Eden)

Kemampuan videografi dan fotografi serta kemampuan berbahasa kami sangat diuji disini. Kami harus bisa mengikuti semuanya termasuk mewawancari orang-orang penting yang terlibat dalam sebuah acara.

Kini tugas saya usai sudah. Dilanjutkan oleh Veno Setyoaji Wiratama yang menjadabat sebagai Leader tahun berikutnya. Selamat menikmati pergerakan dan kegiatan ini. Semoga kita akan dikenang oleh seluruh masyarakat sekolah dan mendapat tempat yang layak sebagai pioneer media jurnalis siswa di SMK N 1 Ampelgading.

Start Work With Me

Contact Us
EDEN PEMALANG
+62 857 4264 4583

Pemalang, Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.