TRAVEL FILMMAKER

I AM

image
Halo,

Saya Eden Pemalang

Saya adalah sesorang yang bergerak di bidang Videografi dan beberapa hal yang ada disekitar itu. Saya belum lama mulai berkecimpung di dunia ini, tapi saya akan terus menambah pengalaman saya secara pribadi dengan mengerjakan berbagai proyek kedepannya.

Saya memulai dari yang paling simpel sampai yang lebih rumit. Saya terus mencoba untuk mendobrak batas yang saya miliki dan meningkatkan kemampuan saya dari hari ke hari. Dengan dobrakan demikian, saya mampu menciptakan batas baru dalam hal kemampuan saya.


Education
SMK N 1 Ampelgading

Teknik Audio Video

2015 - 2018

SMP N 2 Pemalang

2013 - 2015


Experience
Multimedia Departement

Elpisir Media

Video Editor

Rindu Tebal Short Movie

Co-Leader

JATeam


My Skills
Video Production
Video Editing
Sound Designing
Camera operation

9

Awards Won

27

Happy Customers

86

Projects Done

568

Photos Made

WHAT CAN I DO

Web Design

Saya mendesain beberapa Website. Salah satunya adalah Web yang sedang anda lihat sekarang ini.

Videografi

Saya memproduksi video seperti Wedding Video, Travel Video, atau Event Video.

Graphic Design

Saya mendesain beberapa logo dan flyer untuk beberapa acara baik secara resmi maupun non-resmi.

Video Editor

Saya mengedit video baik personal maupun komersil sesuai kebutuhan Client atau saya secara pribadi.

Photographic

Saya kebanyakan memotret landscape atau objek potrait tertentu.

Unlimited Support

Konsultasi dan Sharing selalu saya lakukan kapan saja asalkan saya masih bisa melakukannya.

SOME OF MY WORK
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

'YATI' SHORT FILM


Beberapa hari yang lalu aku dimintai untuk menjadi DOP (Director of Photography) dari film produksi Konten Apik yang berjudul Yati. Film ini ditulis oleh Tarto Slamet a.k.a. Tartonet dan disutradari oleh Riki Yusup.

Film ini bercerita tentang keluarga kurang mampu yang merasa kesulitan ketika ingin mendaftarkan diri menjadi penerima BPJS. Konflik kecil ini muncul dan timbul permasalahan sengit dalam keluarga kecil mereka. Pekerjaan Slamet sebagai tukang parkir tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Ditambah sang Ayah yang menderita penyakit dan sulit berbuat apa-apa karena keadaan ekonomi yang lemah.

Film ini telah diputar dalam Screening perdana Film Pendek Rindu Tebal produksi Jully Kantari, Konten Apik, dan Rajawali Production yang disutradari Tartonet.

Dalam Film Yati, aku bertugas untuk mengoperasikan kamera dan semua yang ada didalamnya, kendala yang ditemui dalam hal ini juga beragam. Mulai dari pencahayaan yang kurang, minimnya kualitas perekaman audio, hingga keterbatasan kamera dalam mengambil gambar di pengaturan tertentu.

Tetapi, sang penulis naskah mengaku puas dengan hasilnya. Beliau merasa bahwa Film ini adalah film terbaik dari 3 film lain yang pernah diproduksi olehnya.

Buat yang kepo sama film ini, bisa tonton Official Teasernya dengan klik link dibawah



'BOY WITH LUV' MV COVER


Akhirnya tuntas juga tugasku untuk yang satu ini. Setelah sudah selama seminggu mangkrak karena harus mendapat tugas luar kota sebagai tukang antar jemput, kini proyek yang satu ini selesai juga. Ini adalah sesuatu yang baru dan menyenangkan karena ada pengalaman baru dalam kegiatan ini.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan sebuah pesan dari seseorang yang ternyata tetangga sekaligus adik kelas saya pada waktu SMP. Pada waktu postingan ini diturunkan Dia sudah lulus sekolah tetapi pada waktu proses produksi dia masih berada di kelas 12 SMA. Singkat cerita dia meminta untuk dibuatkan sebuah cover dari video musik milik BTS, salah satu boy band asal Korea, yang berjudul Boy With Luv. Setelah berdiskusi mengenai hal-hal teknis sampai unsur artistik, akhirnya kami sepakat untuk menyelesaikan proyek ini.

Beberapa bulan kemudian, saya mendapat pesan kelanjutan mengenai proyek ini. Akhirnya diadakan sebuah meeting kecil-kecilan bersama tim yang nantinya akan menyelesaikan proyek bersama ini. Ada sekitar 4 orang yang menemani saya untuk menjelaskan proses produksi ini. Mereka adalah semua talent yang nantinya akan beradu akting dalam video ini.

Salah satu cuplikan yang ada dalam video cover ini. (sumber: video)

Proses Kreatif

Kami menjadwalkan proses produksi selama 3 hari dengan 8 jam waktu produksi untuk sehari, tapi nyatanya hal itu bisa dipersingkat sehingga hanya membutuhkan 2 hari untuk proses produksi video pendek ini. Hal ini sangat memberikan banyak keuntungan untuk kami. Selain durasi sewa alat yang dibutuhkan bisa lebih terpangkas, dimata seorang editor waktu yang lebih longgar ini dapat memudahkan karena bisa memastikan setiap footage sesuai dengan yang diinginkan.

Saya menggunakan kamera yang saya miliki, yaitu Canon Rebel T5/1200 D dengan lensa kit 18-55 mm dan Fixed Prime Lens Canon 50 mm STM. Alasan saya menggnakan dua lensa ini karena saya membutuhkan hasil yang bokeh dan beberapa kondisi Low Light. Disamping itu karena ini sebuah video musik yang dinamis diperlukan bantuan Steadicam, saya membutuhkan lensa dengan Focal Length yang cukup lebar untuk mengurangi goncangan.

Salah satu cuplikan yang ada dalam video cover ini. (sumber: video)

Pada saat produksi saya dibantu oleh salah satu teman saya, yaitu Ikbal Rifki Azis sebagai Camera Assistance yang membantu saya untuk membawa beberapa alat dan untuk mengganti lensa. Seorang CA sangat dibutuhkan dalam keadaan seperti ini. Sebagai Videografer Soloist, kecepatan dan ketangkasan yang tinggi dibutuhkan untuk mengejar momen, selain itu faktor cuaca yang sangat situasional dan sulit di prediksi perlu diatasi. Ada juga faktor mood dari talent juga sangat perlu dijaga agar tetap aman.

Pada saat post produksi saya membutuhkan waktu yang relatif singkat karena selama seminggu ketika saya berada diluar kota, saya sudah memilah tiap file yang sekiranya akan digunakan atau yang harus dihilangkan. Jadi pada saat pengeksekusian dapat lebih singkat. Adanya revisi sangat lumrah dalam hal seperti ini, tetapi kali ini revisi sangat sedikit dibanding dengan hal-hal yang saya kerjakan sebelumnya.

Salah satu cuplikan yang ada dalam video cover ini. (sumber: video)

Kendala & Solusi

Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini adalah hal yang baru dalam selama ini saya menjadi DOP dan Editor. Biasanya saya mendapatkan naskah yang jelas dituliskan mengenai shot type, waktu, dan transisi. Bahkan dalam beberapa kegiatan akhir-akhir ini ekspresi dari talent juga dijelaskan. Tetapi dalam hal ini, saya harus berimajinasi dengan lebih giat karena hal-hal itu tidak dimasukkan dalam naskah. Sebagai solusi yang menurut saya cukup ampuh, saya harus mengonsumsi video-video yang mirip. Akhirnya saya banyak menonton video-video dari boyband korea lainnya sehingga saya mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Kendala kedua yang saya dapatkan adalah beberapa keadaan situasional yang bisa mengganggu mood dari talent. Ini adalah hal yang wajar, tetapi juga terkadang menyulitkan. Sebuah video bisa dikatakan baik apabila pesannya tersampaikan, hal ini juga menyangkut raut wajah dan perasaan si aktor. Apabila hal itu tidak terpenuhi, video tersebut memiliki kelemahan yang cukup vital.

Salah satu cuplikan yang ada dalam video cover ini. (sumber: video)

Saya juga tidak bisa memaksakan mereka untuk bekerja terlalu keras mengingat proses produksi dilaksanakan pada saat Bulan Puasa dan mereka belum terlalu sering mengikuti hal seperti ini. Sehingga perlu ada penyesuaian sedikit demi sedikit. Solusi untuk dua hal ini adalah saya harus mengikuti dan menyeimbangkan sesuai dengan keadaan mereka. Ini bukan hal yang mudah, tetapi tidak mustahil untuk dilakukan.

Keputusan dan tindakan yang selama ini bisa dilakukan ketika melakukan proses produksi bersama Sineas Pelajar Pemalang dan YouTuber Pemalang perlu saya sesuaikan dengan keadaan sekarang sehingga mereka semua nyaman dengan proses ini. Dan mungkin hal itu cukup berhasil.

Video tersebut sudah bisa ditonton melalui kanal YouTube. Tolong apresiasi kerja keras mereka dalam proses ini. Apresiasi cukup dengan menonton, hal itu tentu akan membuat kami sangat berterima kasih. Silakan klik tombol dibawah untuk menonton video tersebut.


RINDU TEBAL SHORT FILM


Hari ini tugasku akhirnya telah usai, setelah sudah beberapa waktu lalu mendapat revisi – revisi dari tim produksi lainnya, akhirnya semua itu bisa terselesaikan dengan semestinya. Sehari setelah postingan ini diturunkan akan diadakan nonton bareng internal yang diikuti oleh para produser dalam film ini.

Perlu saya jelaskan terlebih dahulu proyek luar biasa yang sangat sarat dengan ilmu dan pengalaman yang luar biasa ini. Maka dari postingan ini saya ingin menjelaskan secara umum apa saja yang saya kerjakan dalam proyek ini.

Beberapa waktu lalu ketika saya sedang berfokus pada proses produksi Gemblung, salah satu seniman senior yang bergerak dibidang keaktoran dan perfilman di Pemalang juga memproduksi sebuah film pendek yang diangkat dari sebuah lagu gubahan Iwan Fals yang berjudul Rindu Tebal.

Salah satu adegan di film pendek Rindu Tebal. (sumber: video)

Film ini mengisahkan perjuangan seorang anak muda yang baru tamat sekolah dan harus menghadapi kerasnya dunia nyata. Tantangan dari orang tua dan wanita yang dipuja menekan dirinya menjadi pribadi yang harus keluar dari zona nyamannya saat ini dan memulai suatu petualangan yang penuh teka – teki dan cerita.

Film yang disutradarai oleh Tarto Slamet a.k.a. Tartonet dan dibantu oleh Jeki Cun ini berdurasi sekitar 28 – 30 menit. Film ini diproduseri oleh Jully Kantari dan beberapa pihak – pihak lainnya yang memiliki sebuah tujuan yang sama, yaitu mewujudkan impian masing – masing pihak dan akhirnya terjadilah sebuah simbiosis mutualisme antar pihak.

Tugas saya dalam film ini adalah menjadi penyunting gambar dari awal hingga akhir. Walaupun demikian ada beberapa bagian yang sudah dikerjakan oleh Sutradara film ini karena beliau menginginkan sesuatu yang khusus di bagian – bagian tersebut. Dan sisanya saya kerjakan dari awal hingga selesai.

Memang, awalnya terasa sangat sulit untuk memulai sebuah proyek yang cukup besar. Ditambah, baru pertama ini saya mendapatkan sebuah proyek yang berdurasi sepanjang ini. Sebelumnya saya hanya mengerjakan pengeditan video sekitar 10 – 15 menit, tetapi di proyek ini saya mendapatkan tugas untuk menyunting gambar sepanjang hampir lebih dari 30 menit. Hal ini saya rasakan ketika pertama kali melihat daftar file mentah yang saya terima. File yang saya dapatkan kurang lebih 40 GB dan saya harus segera memilah file yang dibutuhkan dan yang tidak terlalu dibutuhkan.


Salah satu adegan di film pendek Rindu Tebal. (sumber: video)
Hal yang pertama saya kerjakan adalah saya membagi setiap file sesuai dengan scene masing – masing. Dalam tiap scene saya juga bagi berdasarkan waktu kejadian, sehingga proses pengerjaan saya dapat lebih produktif dan fokus. 

Setelah selesai membagi, saya mulai mengerjakan tiap scene sesuai dengan urutannya masing – masing. Di kalangan para pembuat film biasanya hal ini disebut dengan offline editing. Di tahapan ini saya memastikan semua file yang dimasukkan sesuai dengan yang dibutuhkan dan membuang file – file yang tidak digunakan. Tetapi saya tidak menghapusnya, saya tetap membuat cadangan file jika sewaktu – waktu sutradara membutuhkan file itu untuk menggambarkan suatu keadaan dengan lebih terfokus.

Setelah usai mengerjakan tiap bagian, saya mengirimkan semua scene ke sutradara dan menerima revisi dari beliau. Setelah mendapatkan revisi yang jelas, saya langsung mengerjakan semua yang diharapkan dan diinginkan. Saya mengulang hal tersebut sampai sutradara puas dengan hasil kerja saya.

Setelah itu saya baru mulai menyusun semua file berdasarkan scene kesebuah file utuh yang akan menjadi film yang lengkap pada akhirnya. Saya melakukan hal yang sama dengan yang saya kerjakan sebelumnya. Setelah selesai mengerjakan hal ini saya meminta revisi dari sutradara agar sesuai dengan harapan. Saya melakukan hal ini juga berapa kali sampai sutradara merasa puas dengan hasilnya.

Setelah semua tahap itu selesai, baru saya menjalankan fine tuning yaitu perbaikan – perbaikan kecil yang membuat film semakin lancar dan hidup. Perbaikan ini seperti perapihan potongan, pengondisian suara, penyetabilan volume, penyamarataan warna video, sampai penambahan subtitle pendukung mengingat film pendek ini memuat bahasa daerah.

Salah satu adegan di film pendek Rindu Tebal. (sumber: video)

Setelah hal itu sudah dikerjakan, akhirnya file siap ditayangkan dihadapan semua tim produksi dan talent film tersebut. Ketika hal itu dilaksanakan ada berbagai tanggapan yang masuk berkaitan dengan hasil akhir film tersebut. Dan saya langsung mendapat instruksi dari sutradara untuk menyelesaikan hal – hal tersebut.

Dan sekarang, semua itu telah usai. Saya mendapat banyak sekali saran, masukan, ilmu, serta pengalaman yang sangat berharga bagi diri saya secara pribadi dan kemampuan editing saya. Saya lebih mengerti cara efektif pengerjaan sebuah proyek yang cukup masif, saya juga diajarkan menghapi keinginan orang banyak dan kesabaran dalam hal mengerjakan setiap revisi yang ada.

Film pendek ini tidak akan ditayangkan di YouTube atau situs berbagi video lainnya tanpa ada persetujuan dari sutradara dan produser. Jadi saya tidak berhak untuk mengeluarkan atau menayangkan film ini tanpa persetujuan dan sepengetahuan sutradara dan produser.

Semoga dengan adanya hal ini, proses yang saya alami dapat lebih baik lagi kedepannya. Saya juga berharap agar apa yang saya kerjakan saat ini bisa bermanfaat dalam waktu dekat dan jangka panjang dalam kegiatan saya di pengeditan video.

ANGKUR SHORT FILM


Hari ini tugas saya telah resmi usai dengan hasil yang cukup memuaskan menurut saya secara pribadi. Teman-teman Jurnalis Amga a.k.a. JATeam telah berhasil memboyong piala di posisi ketiga dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang berada di tahap penyisihan tingkat karesidenan.

Torehan prestasi ini memang bukan milik saya, tetapi karena saya tergabung dalam tim ini, saya merasa sangat bangga. Mengingat, saya masih terngiang-ngiang masa dimana ketika JATeam masih berada di pundak saya dan beberapa teman-teman lain, melihat adik kelas saya berada dipanggung dengan membawa sebuah piala adalah sesuatu yang menyentuh hati kecil saya.

Sambil setengah menahan rasa haru, saya bertepuk tangan ketika nama SMKN 1 Ampelgading diumumkan mendapat peringkat ke-3 dalam festival film pendek itu. Ada banyak pihak dan orang-orang yang bekerja keras dibalik adanya hal ini, dan melalui tulisan ini saya ingin menceritakan apa yang kami kerjakan.

Ini adalah foto yang diambil ketika kami mengadakan produksi di hari ke-2 pada saat persiapan alat. (foto: Tim BTS)

Semuanya bermula ketika saya mendapatkan kabar dari Rismah Maghfiroh bahwa almamater saya mendapatkan sebuah kehormatan untuk berfestival dalam bidang film pendek disebuah ajang yang sangat bergengsi dan dilakukan rutin tiap tahun yang mengadu film-film pendek berkualitas dari seantero tanah air.

Ketika saya mendapatkan kabar demikian, saya langsung teringat dengan proyek yang pernah saya ikuti sebelumnya, yaitu Gemblung. Saya langsung mengingat kembali apa yang harus saya kerjakan mulai dari tahap Pre-Production sampai nanti akhirnya Publishing. Saya berusaha mengikuti setiap langkahnya dengan baik dan benar.

Setelah itu saya dan teman-teman lain mulai mengordinasi untuk membuat sebuah naskah yang terstruktur. Kami mengerjakannya dalam waktu yang relatif singkat. Kurang lebih 2 malam, naskah tersebut siap direvisi. Setelah mengalami beberapa revisi, akhirnya naskah tersebut siap untuk diperankan.

Ini adalah foto dengan sudut pandang yang lain. Kami mempersiapkan semuanya agar terlihat natural. (foto: Tim BTS)

Di kubu lain, Veno Setyoaji Wiratama membantu untuk mempersiapkan sarana prasarana dalam proses produksi ini. Semua alat yang dibutuhkan, ijin yang dikeluarkan, dan kebutuhan sehari-hari kami selama proses produksi dikendalikan dengan baik oleh Veno dari awal hingga detik pada saat postingan ini diturunkan.

Kami langsung mempersiapkan talent, kebutuhan divisi, pengondisian tempat produksi, dan izin yang diperlukan selama proses produksi ini. Kami mengadakan Reading selama satu hari dan Recky juga dalam satu hari. Dalam dua hari itu, kami berusaha untuk menyelesaikan semua yang berkaitan dengan talent agar pekerjaan mereka bisa lebih mudah.

Setelah melalui perhitungan matematis yang rumit, akhirnya ditentukan hari produksi. Pada saat produksi tugas saya adalah membantu setiap divisi agar mereka bisa menyelesaikan Job Desk mereka masing-masing. Saya membantu Director of Photography supaya framing yang dilakukan dapat sesuai dengan Shot List. Saya membantu Light Departement agar dapat memenuhi kebutuhan cahaya dari D.o.P.

Ini adalah foto ketika kami mengadakan waktu santai untuk mengobrol dan menikmati waktu bersama. Keseruan itu penting untuk menjaga mood semua tim. (Foto: Yahya)

Saya juga membantu Line Producer untuk mengatur jadwal. Saya juga membantu untuk membuatkan Call Sheet agar proses produksi bisa berjalan lancar. Dan ada beberapa divisi lain yang mendapatkan perhatian khusus dari saya seperti Lookman, Audio Departement, Runner, dan Talent Coordinator.

Tantangan bagi saya disini adalah, saya harus memahami kemampuan mereka dan ketahanan fisik mereka. Saya tidak bisa menyamakan mereka dengan orang-orang yang sudah terbiasa mengikuti proses produksi. Tetapi dengan bantuan dan tekad teman-teman JATeam kami akhirnya bisa menyelesaikan semuanya itu, walaupun ada banyak sekali pengorbanan yang mereka lakukan demi berlangsungnya film ini.

Di tahap Post-Production saya juga membantu editor agar pekerjaan mereka terstruktur dan tepat sasaran. Karena Deadline yang sangat mepet, kami harus menyesuaikan waktu dan fokus kami agar semua dapat berguna dan tidak terbuang sia-sia.

Saya hanya membantu mereka, tetapi rasa puas yang saya dapatkan ketika mereka mendapatkan prestasi sangat membuat saya tersentak. Saya menjadi lebih semangat lagi untuk berkarya. Sayangnya film ini tidak akan ditayangkan di YouTube atau sebagainya. Film ini menjadi milik mereka para pembuat film pendek ini.

Semangat Berkarya adik-adikku!!
Aku mendukung kalian!!

QUALITY OVER QUANTITY

Beberapa waktu lalu, saya mendapat sebuah ide untuk mengangkat sebuah tema dalam bentuk video dengan tipe semi dokumenter. Pada proses kali ini saya dibantu oleh HERO248 a.k.a Mas Odi dan ketua YouTuber Pemalang, mas Danny Laksana. Saya juga menyantumkan beberapa adegan sinematik yang dibantu oleh Ika Isna Risanti.

Awalnya, saya sempat tersentak oleh pandangan beberapa orang mengenai seni. Mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan seni bisa dilakukan dengan seadanya, padahal seni bukanlah merupakan sesuatu yang seadanya. Seni harus dilakukan dengan sepenuh hati, atau dengan kata lain dengan semampunya.

Saya secara pribadi tidak bermasalah jika kualitas yang mereka buat tidak terlalu bagus, karena memang itu hal yang relatif, saya merasa tersentak oleh pendapat mereka tentang seni itu sendiri. Hal itu menjadi keresahan pribadi saya dan saya memang sudah bertekad untuk membuat video yang berisi isi hati saya tentang hal itu.

Salah satu cuplikan yang ada dalam video saya yang berjudul "Quality over Quantity". (sumber: video)

Saya mengerjakan video ini dengan relatif singkat. Saya mempersiapkan semuanya dalam kurang lebih 3 hari. Awalnya saya membuat konsep mentah yang kemudian harus saya kembangkan lagi. Kemudian, saya mulai mencoba untuk membuat Shot List untuk video ini, hal ini sangat memudahkan saya dalam proses produksi. Musik juga saya mulai pertimbangkan supaya mood bisa sesuai dengan apa yang saya harapkan.

Saya membagi proses produksi dalam 2 tahapan. Tahapan pertama adalah ketika saya mengambil adegan sinematik. Adegan ini saya pasang di akhir video dengan tujuan menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana, asalkan kita memiliki pola pikir yang sesuai tentang seni itu sendiri, hal itu dapat berkesan dan memiliki nilai seni.

Ini adalah momen dimana Mas Danny Laksana menyuarakan pendapatnya soal kualitas konten. (sumber: video)

Proses yang kedua adalah ketika saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancari salah satu pelantun lagu Hip Hop yang sudah kondang di Pemalang, HERO284. Beliau saya tanyai tentang hal-hal yang menjadi unek-unek saya, dan benar saja memang bagi beliau seni seharusnya bukan soal kuantitas, tetapi kualitas.

Saya juga sempat bertanya kepada Mas Danny Laksana yang merupakan Ketua YouTuber Pemalang sekaligus Vokalis sebuah band lokal. Dan memang pandangannya senada dengan HERO284 dan saya. Salah satu kutipan dari apa yang beliau katakan adalah, "Seni itu Semampunya, bukan Seadanya."

Kali ini mas Odi a.k.a HERO284 ketika beliau memberikan pendapatnya kepada semua penonton video. (sumber: video)

Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa untuk saya secara pribadi. Saya mendapatkan kesempatan luar biasa yang bisa membuat saya memiliki sudut pandang yang lebih luas tentang hal ini.

Bagi teman-teman yang ingin menonton video saya, silakan klik tombol dibawah.

LANTAS SHORT VIDEO


Akhirnya videoku telah usai dan diterima dengan baik. Kini video tersebut bisa dinikmati oleh seluruh pengguna instagram dengan mengunjungi Instagram @satlantas_pml. Melalui postingan ini saya ingin berbagi cerita mengenai bagaimana aku menyelesaikan tugas ini.

Awalnya aku mendapat kenalan yang merupakan tim videografi Satlantas Pemalang. Beliau adalah Adhe Chandra Sujatmiko. Beliau adalah seorang fotografer yang cukup dikenali dan karyanya diminati orang banyak. Jika ingin melihat hasil foto beliau bisa kunjungi di Instagram @adhe_cand.

Salah satu adegan yang ada di video tersebut. (sumber: video)

Ketika saya bertemu beliau awalnya beliau tidak mengenal saya sebagai D.o.P atau Videoeditor. Kami hanya tergabung dalam sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah event yang akan berlangsung di Pemalang. Sampai pembicaraan kami menuju ke dunia YouTube dan akhirnya Om Adhe (begitu saya biasa memanggil) mengerti bahwa saya adalah seorang YouTuber yang sekaligus Videoeditor.

Akhirnya Om Adhe memberikan saya sebuah pekerjaan kecil - kecilan untuk menyelesaikan sebuah proyek dari Satlantas Pemalang ini. Video ini adalah Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang menghimbau pentingnya sadar hukum dan memperhatikan keselamatan berkendara.

Salah satu adegan yang ada di video tersebut. (sumber: video)

Di awal pengerjaan proyek ini ada salah satu kendala yang menjadi penghalang yang cukup berat untuk saya. Karena bukan saya yang mengambil gambar, maka ada banyak footage yang tidak bisa saya bayangkan sudut pandangnya. Selain itu, ada beberapa pemilihan angle yang kurang cocok menurut saya untuk menggambarkan suatu keadaan tertentu.

Tetapi karena saya berusaha untuk lebih profesional dalam hal ini, dan dukungan serta arahan yang jelas dari Om Adhe, saya bisa menyelesaikan proyek ini dengan cukup singkat. Untuk video dengan durasi kurang lebih 3 menit, saya membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Waktu ini relatif singkat jika dibandingkan dengan proses pengerjaan proyek lain yang saya miliki.

HIDUPKU SHORT FILM

Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan tawaran untuk membantu proses produksi Film Pendek besutan Faiq Maolana dan ILF Team. Aku awalnya mendapatkan tawaran untuk menjadi D.O.P sekaligus merangkap menjadi Editor dari Film Pendek ini.

Setelah melalui pertimbangan yang cukup, akhirnya aku menyetujui dalam proses pembuatan film pendek ini. Film ini bercerita tentang menyesalnya seorang anak muda yang telah menyia-nyiakan waktu dan energinya untuk hal yang kurang, atau bahkan tidak penting.

Salah satu adegan yang ada di film ini. (sumber: video)


Kehidupannya yang keras akhirnya membentuk dia menjadi pribadi yang keras juga. Berkelahi adalah hal yang wajar bagi dia. Tetapi semuanya berubah dalam sekejap setelah sesuatu menimpanya.

Adalah suatu kehormatan pula bagi saya secara pribadi karena dapat menyukseskan film pendek ini. Memang, peran saya hanya sangat kecil dalam film pendek ini. tetapi saya cukup puas dengan kinerja saya secara pribadi.

Salah satu adegan yang ada di film ini. (sumber: video)

Sampai tulisan ini diturunakan, belum diketahui jelas apakah film ini akan dipublikasikan secara umum, atau hanya menjadi portofolio pribadi yang sewaktu-waktu akan diputar di event yang cocok.

Semoga, saya bisa lebih meningkatkan kemampuan pribadi saya di bidang ini, dan bisa memberikan dobrakan yang lebih baik lagi kedepannya.

HERO284 OFFICE


Kemarin, tepatnya hari Selasa (5/3) saya bersama teman saya meluncur ke wilayah Pemalang bagian selatan kembali. Kali ini kami sekadar duduk bersama untuk mengobrol ringan dengan salah satu Pemusik Hip Hop yang karyanya sudah terkenal di Pemalang, khususnya dikalangan anak muda pengguna internet.

Beliau adalah Odi atau yang lebih dikenal sebagai HERO284. Disana saya juga bertemu dengan salah satu kreator YouTube dan Instagram, Aditiya Arts a.k.a. Orarah TV. Kami berdiskusi dengan sangat santai mengenai karya musik maupun video yang berkembang di Pemalang. Kami ditemani secangkir teh hangat yang membuat suasana kian menarik. Ditambah suara hujan rintik yang datang disertai turunnya kabut ketika kami berada disana.

Desain interior milik kantor HERO284 sangatlah minimalis. Ada beberapa frame foto, dan pajangan-pajangan lainnya yang membuat para penikmat foto minimalis betah dberada disini. (Foto:Eden)

Teman saya yang berkunjung kesana bersama saya sempat membuat video Vlog yang akan tayang di channel YouTubenya. Mungkin sekitar beberapa waktu lagi akan segera tayang. Silakan Subscribe ke Channel Faiq Gravel untuk mendapat update terbaru dari videonya.

Kami berbincang - bincang soal perkembangan hal-hal dimedia digital di dunia yang serba modern ini. Kami saling mendapat masukan dan koreksi sehingga kualitas karya di Pemalang dapat lebih berkembang dan tidak kalah dengan daerah-daerah lain.

"Kita tuh ambil karya yang deket-deket sama kita aja. Nggak usah yang muluk-muluk. Yang deket, tapi kualitasnya bagus." Pendapat mas Odi yang masih saya ingat sampai sekarang ini. Saya mendapat banyak sekali wejangan, koreksi, dan motivasi untuk berkarya lebih lanjut.

Ini adalah pajangan berikutnya. Saya terpaku ketika pertama kali masuk ke tempat ini, karena desain minimalisnya. (Foto:Eden)

Kami juga sempat membahas tentang komunitas yang berada di Pemalang. Mas Odi memberi masukan-masukan yang menurut saya sangat penting, terlebih saya tergabung dalam satu buah komunitas YouTube di Pemalang. Kami sangat butuh saran dan masukan supaya komunitas ini bisa lebih berkembang dari waktu ke waktu.

Saya disana sempat mengambil beberapa foto dan sebuah video yang sangat singkat. Foto dan video tersebut dapat dilihat di akun Instagram @eden.pemalang.

CURUG SIBEDIL


Beberapa waktu lalu, saya pergi bersama beberapa teman - teman saya ke salah satu tempat di wilayah Kabupaten Pemalang bagian selatan, tepatnya di Curug Sibedil. Lokasinya bisa kalian lihat di Google, karena sudah ada petunjuk arah yang sangat lengkap guna bisa kesana.

Saya secara pribadi sangat menikmati apa yang disuguhkan disana. Pemandangan yang epic, suasanya yang masih cukup asri, dan udara yang segar berpadu menjadi satu sehingga dihasilkan campuran yang menarik, tenang, sekaligus moody untuk didatangi dan dinikmati sendiri, bersama teman, ataupun bersama keluarga.

Karena keindahannya, tidak jarang pengunjung mengabadikan momen berharga ini melalui video ataupun foto. Salah satu teman saya membuat video ketika disana. (Foto: Eden)


Jalur yang ditempuh dari tempat saya tinggal memang cukup jauh. Setidaknya satu jam perjalanan santai menggunakan kendaraan road dua. Ditambah karena jalur yang cukup sempit, kelihaian dan kehati-hatian sangat diperlukan guna menjaga keselamatan pribadi dan orang lain.

Jika cuaca hujan sangat disarankan untuk berteduh terlebih dahulu dan jika jalanan basah, sangat disarankan untuk berjalan tidak terlalu ke tepi jalan. Karena di tepi jalan terdapat lumpur atau pasir yang dapat membuat kendaraan yang kita tunggangi tergelincir dan nyawa kita ada dalam bahaya. Saya adalah salah satu korbannya.

Terlihat air yang sedang terjun dari ketinggian dilatar belakang. Hal ini menghasilkan suara yang sangat menenangkan di telinga dan membuat jiwa kita tenang. (Foto:Eden)

Ketika saya sedang dalam perjalanan pulang, saya tergelincir dari motor dan terjatuh. Beruntung, saya dan teman saya yang membonceng saya tidak mengalami cidera yang berarti, hanya saja motor yang saya tumpaki mengalami kerusakan dan terpaksa harus didorong untuk bisa dibawa pulang.

Tetapi seperti yang saya katakan diawal, pemandangan dan suasana yang disuguhkan sangat memanjakan mata. Ditambah bunyi gemericik air yang mengalir dari air terjun membuat telinga sangat tenang dan nyaman.

Pemilihan spot foto sangat penting agar foto yang dihasilkan bisa memanjakan mata. (Foto:Eden)

Saya membuat video ketika disana, tetapi karena durasinya yang terlalu pendek, saya putuskan untuk hanya diunggah di Instagram. Bagi yang ingin menontonnya, silakan kunjungi instagram saya dan lihat postingan Curug Sibedil.

GEMBLUNG SHORT MOVIE


Tepat setelah YouTube Rewind Pemalang selesai diedit dan kemudian diunggah, saya dihubungi untuk membantu mengerjakan salah satu proyek film pendek yang disutradari oleh Nana Sri Marhenisme yang berada di bawah payung Sineas Pelajar Pemalang.

Dalam proyek ini saya dipasrahi tanggung jawab sebagai Produser dan Behind The Scene. Sebenarnya penggunaan nama produser agak rancu karena bukan saya yang menggelontorkan dana dalam proyek ini. Mungkin lebih tepatnya saya ada di bagian Production Manager, karena yang saya kerjakan adalah memastikan semua divisi bisa menyelesaikan tugas mereka masing - masing, sekaligus memantau pengeluaran uang.

Zendy (Kiri) dan Husen (Tengah) sedang mempersiapkan lightstand beserta LED Light yang digunakan untuk proses produksi. Dibelakangnya pembina kami, Rendy sedang menuju lokasi produksi untuk memberi dukungan kepada kami. (Foto: Eden)

Tugas saya rangkap dengan Behind The Scene karena memang dalam proyek ini, kami kekurangan tenaga. Dan karena tugas saya tidak terlalu banyak pada saat produksi, saya bisa mengerjakan dua hal ini sekaligus. Memang perlu banyak koreksi, tapi kinerja saya cukup untuk menyelesaikan tugas ganda saya ini.

Proyek ini sudah berlangsung cukup lama. Dan sempat mandeg karena kekurangan daya dorong dari motor penggerak. Tetapi akhirnya, kami bisa menyelesaikan tugas - tugas yang seharusnya kami kerjakan dari beberapa waktu lalu.

Afi Ressa Maulana (D.O.P) sedang memantau jalannya proses produksi melalui monitor eksternal agar gambar dapat dilihat dengan lebih jelas dan misfocus bisa dihindari. (Foto: Eden)

Kami mengerjakan proyek besar ini selama 2 hari 4 malam mulai dari hari Jumat (18/1) malam hingga Minggu (20/1) malam di wilayah Kabupaten Pemalang, tepatnya Desa Surajaya. Kami memutuskan untuk menginap, karena untuk efisiensi waktu, tenaga, dan sumberdaya.

Proyek ini didanai oleh Sinema Pantura sebesar Rp. 5.000.000,-. Angka yang cukup besar untuk sebuah film pendek. Tetapi mengingat barang yang kami butuhkan cukup banyak untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak asal karya, kami menggunakan dana sebanyak itu.

Afi Ressa Maulana (D.O.P) sedang menggunakan Focus Ring untuk mengatur fokus pada saat proses produksi film pendek Gemblung. (Foto: Eden)

Dana sebanyak itu kami gunakan untuk menyewa alat, kebutuhan konsumsi, penginapan, dan perijinan. Selain itu, kami juga menggunakan dana itu untuk memberikan uang transport untuk talent dan extras.

Berkat dukungan dari seluruh tim, pembina, dan pihak - pihak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, akhirnya proyek ini berhasil kami selesaikan.

YOUTUBE REWIND PEMALANG 2018

Sekitar bulan September 2018 saya bergabung dengan salah satu komunitas YouTuber di wilayah tempat saya tinggal. Sebulan kemudian, saya dipercayai untuk mengordinasi sebuah proyek perdana yang komunitas ini adakan. Hal ini bukanlah hal yang mudah, karena yang saya harus segera menyesuaikan diri di atmosfer yang baru dan memimpin sebuah proyek yang cukup besar. Ditambah lagi ini adalah YouTube Rewind Pemalang yang pertama, sehingga hal ini harus menjadi contoh untuk yang berikutnya.

Dalam proyek kali ini, saya dibantu oleh Faiq Maolana, yang menjadi Co-Coordinator. Saya memulai proyek ini dengan mengumpulkan seluruh anggota komunitas ini. Dan setelah sudah terkumpul semua, saya segera membagi tugas mereka masing - masing agar kami dapat bersama - sama menyelesaikan proyek perdana ini.

Kami memutuskan untuk membuat rapat sebanyak 3 kali sampai akhirnya siap untuk diadakan proses produksi (Shooting). Pada pertemuan ketiga, kami semua sudah siap, karena semua proses sudah dijelaskan dengan sangat panjang lebar kepada seluruh tim produksi maupun talent.


Hujan tidak menghalangi tim produksi YouTube Rewind Pemalang 2018 untuk berhenti. Kami memanfaatkan apapun yang kami miliki agar proses ini dapat terselesaikan. (foto: Prio)

Proses produksi kami laksanakan selama 6 hari yang berlangsung 3 minggu (2 hari seminggu). Beberapa tempat wisata kami datangi guna memperkental nuansa Pemalang. Judul Pemalang Pusere Jawa juga kami angkat berdasarkan suara terbanyak, mengingat slogan ini menjadi sangat terkenal dan cukup viral pada tahun 2018.

Setelah proses shooting yang berminggu - minggu, akhirnya kami dapat menyelesaikan tahap tersebut. Berlanjut ke tahap editing (post production). Kami mengedit menggunakan 2 perangkat berbeda selama 2 minggu agar video yang dihasilkan dapat sempurna dan sesuai harapan.

Saya (kiri) dan Faiq Maolana (Kanan) setelah menyelesaikan produksi di Pantai Widuri Pemalang. (foto: Hafit)

Ini adalah proyek pertama saya dalam komunitas YouTuber Pemalang ini, dan saya cukup bangga dengan kinerja tim. Memang ada banyak hal yang perlu kami secara pribadi maupun kelompok perlu koreksi, tetapi untuk awalan, saya merasa hal ini sudah cukup baik.

Semoga di proyek berikutnya, komunitas ini dapat lebih berkembang dan kualitas konten dan kinerja kami dapat senantiasa diperbaiki dari waktu ke waktu.

YouTube Rewind Pemalang 2018 sudah bisa dinikmati melalui YouTube. Silakan cari YouTube Rewind Pemalang 2018 di kolom pencarian, maka hasil kerja keras kami dapat ditemukan disana. Behind The Scene juga sudah ada disana dan bisa dinikmati pula.

HARI BERSAMANYA (SHEILA ON 7) - LITTLE CLEF


Beberapa waktu lalu, saya sempat di mintai tolong oleh salah satu band dari sekolah saya yaitu Little Clef. Saya dimintai tolong oleh salah satu dari mereka untuk membuatkan video klip untuk mereka yang akan membawakan lagu dari Sheila on 7 - Hari Bersamanya.

Saya sangat menikmati masa - masa ini. Karena sebenarnya saya terjun ke dunia videografi berangkat dengan harapan agar suatu saat saya bisa memproduksi sebuah video klip atau musik video saya sendiri. Dulu saya terinspirasi dari The Piano Guys yang memiliki skill bermusik yang baik disambi dengan kualitas videografi yang baik pula.

Salah satu cuplikan dari video yang kami produksi. (sumber: video)

Kembali ke ajakan tersebut, saya memikirkan matang-matang tentang ajakan mereka, dan setelah saya mantap, saya memilih untuk menerima ajakan tersebut. Melihat saya menanggapi dengan baik Little Clef merasa senang.

Saya langsung berusaha untuk menemui mereka dan membicarakan video seperti apa yang mereka inginkan dan konsep seperti apa yang hendak mereka gaet. Kami membicarakan ini tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam kami sudah sepakat dan bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Saya menggunakan beberapa Close-Up shoot supaya mendapatkan Depth of Field yang menarik. (sumber: video)

Saya langsung mengonsep, dan mempersiapkan semuanya yang dibutuhkan agar dapat menyelesaikan proyek ini. Saya juga memastikan apakah langkah yang saya ambil benar atau salah dengan terus menghubungi pihak Little Clef guna konfirmasi.

Setelah semua selesai, kami langsung melakukan produksi. Kami memilih Taman Kota Comal untuk lokasi shooting kali ini bukannya tanpa alasan. Kami ingin mengusung taman kota ini karena memang pada waktu itu taman kota ini baru booming dan layak untuk digunakan. Kami menyelesaikan produksi dengan cukup singkat, hanya membutuhkan 3 jam untuk menyelesaikan itu semua.

Salah satu cuplikan dari video yang kami produksi. (sumber: video)

Kemudian ke tahap paling lama, yaitu Post-Production. Saya membutuhkan waktu sekitar 84 jam untuk bisa menyelesaikan proyek ini. Ada 14 layer video dengan beberapa efek visual yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Memang, proses tidak mengkhianati hasil. Saya bisa sangat puas ketika menyelesaikan proyek perdana saya dalam hal Music Video. Bagi yang ingin menonton silakan klik tombol dibawah. Saya juga membuat video pembahasan yang lebih jelas, link juga sudah saya sertakan.

CO-LEADER of JATEAM


Tugas saya sudah selesai pada hari ini. Akhirnya setelah kurang lebih 2 tahun berkecimpung dan bergelut di dunia jurnalistik, saya akhirnya bisa menyelesaikan dan menyerahkan tanggungjawab ini ke generasi berikutnya.

Selama 2 tahun ini saya bergelut di dunia jurnalistik, khususnya Jurnalis Siswa. Saya tergabung dalam sebuah organisasi sekolah yang bernama JATeam (Journalist Amga Team). Kami bertanggungjawab untuk mengabarkan kepada masyarakat sekolah maupun umum tentang event yang berlangsung dari sekolah, baik yang bertempat di dalam maupun diluar sekolah.

Kami sering pulang sore, kehujanan, kepanasan, lelah karena berlari larian, meninggalkan pelajaran untuk beberapa waktu, karena tugas ini. Seorang jurnalis harus giat dan cekatan melihat sebuah momen. Tergantung pada Job Desk kita,kita harus jeli melihat keadaan dan membuat kesimpulan yang seimbang.

Ini adalah tanda tugas yang dimiliki oleh semua anggota JATeam. Disana tertera nama, spealisasi, dan NISN. Yang membuat ini istimewa karena tidaklah mudah mendapatkannya. Dan sekali mendapatkannya, kami mendapat banyak keuntungan untuk bertugas. (Foto:Eden)

Sebagai Fotografer, saya harus cepat membuat pengaturan kamera agar foto yang diambil sesuai dengan keinginan. Sebagai Videografer, saya juga harus cepat dalam mengambil momen. Melihat semuanya dari sudut pandang yang lain sehingga video yang dihasilkan tidak biasa-biasa saja. Sebagi News Writter, saya harus bisa menyimpulkan dengan seimbang semua fakta yang ada dan perlu sangat berhati-hati agar tidak menyampaikan opini atau pendapat pribadi.

Selama berada didalam organisasi ini, saya memegang tanggung jawab sebagai Co-Leader (Wakil Ketua) yang sebenarnya sekaligus ketua. Karena Leader kami adalah pengurus OSIS maka tidak akan bisa memegang dua tanggung jawab sekaligus, maka semua hal yang berada didalam organisasi ini menjadi tanggungjawab serta ranah saya.

Ini adalah masa dimana kami harus meliput kegiatan PPAB (Penerimaan Peserta Ambalan Baru). Dalam kegiatan ini kami diwajibkan untuk menginap guna mendapatkan berita yang faktual. (Foto:Eden)

Pada masa tugas saya, kami membuat banyak sekali kemajuan. Terlebih karena JATeam adalah organisasi yang baru lahir ketika saya mendapatkan tanggungjawab ini. Maka saya harus membuat manuver agar organisasi ini bisa mendapat posisi seperti organisasi lainnya di sekolah.

Saya harus berpikir berkali-kali agar kami bisa mendapatkan kepercayaan untuk izin meninggalkan pelajaran, atau izin berangkat sekolah untuk mengikuti rapat padahal itu adalah hari libur. Atau mungkin terpaksa harus menginap di sekolah jika ada kegiatan yang mengharuskan kami menginap disekolahan.

Ini adalah foto ketika kami mendapat tugas untuk mendapat liputan pada saat peringatan HUT Pemalang ke 443. (Foto:Eden)

Kemampuan videografi dan fotografi serta kemampuan berbahasa kami sangat diuji disini. Kami harus bisa mengikuti semuanya termasuk mewawancari orang-orang penting yang terlibat dalam sebuah acara.

Kini tugas saya usai sudah. Dilanjutkan oleh Veno Setyoaji Wiratama yang menjadabat sebagai Leader tahun berikutnya. Selamat menikmati pergerakan dan kegiatan ini. Semoga kita akan dikenang oleh seluruh masyarakat sekolah dan mendapat tempat yang layak sebagai pioneer media jurnalis siswa di SMK N 1 Ampelgading.

WEDDING | FAUZAN & TYAS


Pernikahan adalah hal yang menjadi titik bahagia yang paling tinggi bagi beberapa orang. Dan memang itu benar. Disini bahtera baru siap mengarungi luasnya lautan kehidupan yang penuh dengan keindahan warna-warni kebahagiaan dan disaat sama badai besar dapat turun dan mengagetkan semua pelaut.

Paling tidak, tidak ada yang sendiri dalam menghadapi badai seperti itu. Mereka akan bahu membahu membangun satu sama lain agar perahu yang mereka naiki tidak sampai oleng atau bahkan terbalik dan menenggelamkan jiwa-jiwa yang memilih atau dipilih untuk hidup didalamnya.

Ini adalah momen ketika kedua mempelai memasang cincin. (foto: eden)

Pada kesempatan yang sangat berharga ini, saya dan beberapa teman saya mendapatkan kesempatan untuk mengabadikan momen tersebut. Saya merasa terhormat karena kesempatan ini, terlebih kesempatan ini diberikan oleh guru saya.

Saya dan tiga orang teman saya dimintai untuk membuat dokumentasi baik foto, maupun video After Movie. Saya berusaha untuk tidak mengecewakan kesempatan emas yang saya miliki kali ini dan berusaha untuk mengeluarkan seluruh kemampuan yang saya miliki agar mendapatkan hasil yang sempurna.

Momen berharga ketika kedua mempelai selesai mengucapkan janji suci mereka. (foto: difa)

Ketika saya mendapatkan tugas ini, saya langsung membuat sebuah tim karena ini adalah proyek wedding pertama yang bisa saya atur sedemikian rupa sesuai dengan selera pribadi saya. Saya langsung memberikan pelatihan singkat tentang apa yang harus mereka lakukan agar hasil tangkapan mereka dapaat sesuai dengan keinginan saya.

Kami terbagi dalam 3 kameramen. Tiap-tiap kameramen memiliki tugas untuk mendapatkan momen yang berbeda. Ada yang berfokus di panggung, ada yang berfokus di luar tempat acara, dan ada yang berfokus pada para tamu undangan.

Difa (depan), Saya (tengah), dan Diyanti (belakang) ketika ada waktu untuk ber-swa foto. (foto: difa)

Saya memutuskan untuk melakukan re-take di hari berikutnya agar mendapatkan hasil yang menarik untuk dimasukkan dalam video After Movie. Saya juga memanfaatkan Voice Over guna menambah Dynamic Range dalam video ini.

Saya pribadi sangat puas dengan video yang bisa saya hasilkan ini. Saya berusaha untuk mendobrak lebih jauh kemampuan saya dalam segi videografi.

Bagi yang penasaran, saya mengunggah video After Movie ini ke YouTube, sudah dengan persetujuan dua mempelai tentunya. Silakan tekan tombol dibawah ini.


Start Work With Me

Contact Us
EDEN PEMALANG
+62 857 4264 4583

Pemalang, Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.