TRAVEL FILMMAKER

I AM

image
Halo,

Saya Eden Pemalang

Saya adalah sesorang yang bergerak di bidang Videografi dan beberapa hal yang ada disekitar itu. Saya belum lama mulai berkecimpung di dunia ini, tapi saya akan terus menambah pengalaman saya secara pribadi dengan mengerjakan berbagai proyek kedepannya.

Saya memulai dari yang paling simpel sampai yang lebih rumit. Saya terus mencoba untuk mendobrak batas yang saya miliki dan meningkatkan kemampuan saya dari hari ke hari. Dengan dobrakan demikian, saya mampu menciptakan batas baru dalam hal kemampuan saya.


Education
SMK N 1 Ampelgading

Teknik Audio Video

2015 - 2018

SMP N 2 Pemalang

2013 - 2015


Experience
Multimedia Departement

Elpisir Media

Video Editor

Rindu Tebal Short Movie

Co-Leader

JATeam


My Skills
Video Production
Video Editing
Sound Designing
Camera operation

9

Awards Won

27

Happy Customers

86

Projects Done

568

Photos Made

WHAT CAN I DO

Web Design

Saya mendesain beberapa Website. Salah satunya adalah Web yang sedang anda lihat sekarang ini.

Videografi

Saya memproduksi video seperti Wedding Video, Travel Video, atau Event Video.

Graphic Design

Saya mendesain beberapa logo dan flyer untuk beberapa acara baik secara resmi maupun non-resmi.

Video Editor

Saya mengedit video baik personal maupun komersil sesuai kebutuhan Client atau saya secara pribadi.

Photographic

Saya kebanyakan memotret landscape atau objek potrait tertentu.

Unlimited Support

Konsultasi dan Sharing selalu saya lakukan kapan saja asalkan saya masih bisa melakukannya.

SOME OF MY WORK

HIDUPKU SHORT FILM

Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan tawaran untuk membantu proses produksi Film Pendek besutan Faiq Maolana dan ILF Team. Aku awalnya mendapatkan tawaran untuk menjadi D.O.P sekaligus merangkap menjadi Editor dari Film Pendek ini.

Setelah melalui pertimbangan yang cukup, akhirnya aku menyetujui dalam proses pembuatan film pendek ini. Film ini bercerita tentang menyesalnya seorang anak muda yang telah menyia-nyiakan waktu dan energinya untuk hal yang kurang, atau bahkan tidak penting.

Salah satu adegan yang ada di film ini. (sumber: video)


Kehidupannya yang keras akhirnya membentuk dia menjadi pribadi yang keras juga. Berkelahi adalah hal yang wajar bagi dia. Tetapi semuanya berubah dalam sekejap setelah sesuatu menimpanya.

Adalah suatu kehormatan pula bagi saya secara pribadi karena dapat menyukseskan film pendek ini. Memang, peran saya hanya sangat kecil dalam film pendek ini. tetapi saya cukup puas dengan kinerja saya secara pribadi.

Salah satu adegan yang ada di film ini. (sumber: video)

Sampai tulisan ini diturunakan, belum diketahui jelas apakah film ini akan dipublikasikan secara umum, atau hanya menjadi portofolio pribadi yang sewaktu-waktu akan diputar di event yang cocok.

Semoga, saya bisa lebih meningkatkan kemampuan pribadi saya di bidang ini, dan bisa memberikan dobrakan yang lebih baik lagi kedepannya.

HERO284 OFFICE


Kemarin, tepatnya hari Selasa (5/3) saya bersama teman saya meluncur ke wilayah Pemalang bagian selatan kembali. Kali ini kami sekadar duduk bersama untuk mengobrol ringan dengan salah satu Pemusik Hip Hop yang karyanya sudah terkenal di Pemalang, khususnya dikalangan anak muda pengguna internet.

Beliau adalah Odi atau yang lebih dikenal sebagai HERO284. Disana saya juga bertemu dengan salah satu kreator YouTube dan Instagram, Aditiya Arts a.k.a. Orarah TV. Kami berdiskusi dengan sangat santai mengenai karya musik maupun video yang berkembang di Pemalang. Kami ditemani secangkir teh hangat yang membuat suasana kian menarik. Ditambah suara hujan rintik yang datang disertai turunnya kabut ketika kami berada disana.

Desain interior milik kantor HERO284 sangatlah minimalis. Ada beberapa frame foto, dan pajangan-pajangan lainnya yang membuat para penikmat foto minimalis betah dberada disini. (Foto:Eden)

Teman saya yang berkunjung kesana bersama saya sempat membuat video Vlog yang akan tayang di channel YouTubenya. Mungkin sekitar beberapa waktu lagi akan segera tayang. Silakan Subscribe ke Channel Faiq Gravel untuk mendapat update terbaru dari videonya.

Kami berbincang - bincang soal perkembangan hal-hal dimedia digital di dunia yang serba modern ini. Kami saling mendapat masukan dan koreksi sehingga kualitas karya di Pemalang dapat lebih berkembang dan tidak kalah dengan daerah-daerah lain.

"Kita tuh ambil karya yang deket-deket sama kita aja. Nggak usah yang muluk-muluk. Yang deket, tapi kualitasnya bagus." Pendapat mas Odi yang masih saya ingat sampai sekarang ini. Saya mendapat banyak sekali wejangan, koreksi, dan motivasi untuk berkarya lebih lanjut.

Ini adalah pajangan berikutnya. Saya terpaku ketika pertama kali masuk ke tempat ini, karena desain minimalisnya. (Foto:Eden)

Kami juga sempat membahas tentang komunitas yang berada di Pemalang. Mas Odi memberi masukan-masukan yang menurut saya sangat penting, terlebih saya tergabung dalam satu buah komunitas YouTube di Pemalang. Kami sangat butuh saran dan masukan supaya komunitas ini bisa lebih berkembang dari waktu ke waktu.

Saya disana sempat mengambil beberapa foto dan sebuah video yang sangat singkat. Foto dan video tersebut dapat dilihat di akun Instagram @eden.pemalang.

CURUG SIBEDIL


Beberapa waktu lalu, saya pergi bersama beberapa teman - teman saya ke salah satu tempat di wilayah Kabupaten Pemalang bagian selatan, tepatnya di Curug Sibedil. Lokasinya bisa kalian lihat di Google, karena sudah ada petunjuk arah yang sangat lengkap guna bisa kesana.

Saya secara pribadi sangat menikmati apa yang disuguhkan disana. Pemandangan yang epic, suasanya yang masih cukup asri, dan udara yang segar berpadu menjadi satu sehingga dihasilkan campuran yang menarik, tenang, sekaligus moody untuk didatangi dan dinikmati sendiri, bersama teman, ataupun bersama keluarga.

Karena keindahannya, tidak jarang pengunjung mengabadikan momen berharga ini melalui video ataupun foto. Salah satu teman saya membuat video ketika disana. (Foto: Eden)


Jalur yang ditempuh dari tempat saya tinggal memang cukup jauh. Setidaknya satu jam perjalanan santai menggunakan kendaraan road dua. Ditambah karena jalur yang cukup sempit, kelihaian dan kehati-hatian sangat diperlukan guna menjaga keselamatan pribadi dan orang lain.

Jika cuaca hujan sangat disarankan untuk berteduh terlebih dahulu dan jika jalanan basah, sangat disarankan untuk berjalan tidak terlalu ke tepi jalan. Karena di tepi jalan terdapat lumpur atau pasir yang dapat membuat kendaraan yang kita tunggangi tergelincir dan nyawa kita ada dalam bahaya. Saya adalah salah satu korbannya.

Terlihat air yang sedang terjun dari ketinggian dilatar belakang. Hal ini menghasilkan suara yang sangat menenangkan di telinga dan membuat jiwa kita tenang. (Foto:Eden)

Ketika saya sedang dalam perjalanan pulang, saya tergelincir dari motor dan terjatuh. Beruntung, saya dan teman saya yang membonceng saya tidak mengalami cidera yang berarti, hanya saja motor yang saya tumpaki mengalami kerusakan dan terpaksa harus didorong untuk bisa dibawa pulang.

Tetapi seperti yang saya katakan diawal, pemandangan dan suasana yang disuguhkan sangat memanjakan mata. Ditambah bunyi gemericik air yang mengalir dari air terjun membuat telinga sangat tenang dan nyaman.

Pemilihan spot foto sangat penting agar foto yang dihasilkan bisa memanjakan mata. (Foto:Eden)

Saya membuat video ketika disana, tetapi karena durasinya yang terlalu pendek, saya putuskan untuk hanya diunggah di Instagram. Bagi yang ingin menontonnya, silakan kunjungi instagram saya dan lihat postingan Curug Sibedil.

GEMBLUNG SHORT MOVIE


Tepat setelah YouTube Rewind Pemalang selesai diedit dan kemudian diunggah, saya dihubungi untuk membantu mengerjakan salah satu proyek film pendek yang disutradari oleh Nana Sri Marhenisme yang berada di bawah payung Sineas Pelajar Pemalang.

Dalam proyek ini saya dipasrahi tanggung jawab sebagai Produser dan Behind The Scene. Sebenarnya penggunaan nama produser agak rancu karena bukan saya yang menggelontorkan dana dalam proyek ini. Mungkin lebih tepatnya saya ada di bagian Production Manager, karena yang saya kerjakan adalah memastikan semua divisi bisa menyelesaikan tugas mereka masing - masing, sekaligus memantau pengeluaran uang.

Zendy (Kiri) dan Husen (Tengah) sedang mempersiapkan lightstand beserta LED Light yang digunakan untuk proses produksi. Dibelakangnya pembina kami, Rendy sedang menuju lokasi produksi untuk memberi dukungan kepada kami. (Foto: Eden)

Tugas saya rangkap dengan Behind The Scene karena memang dalam proyek ini, kami kekurangan tenaga. Dan karena tugas saya tidak terlalu banyak pada saat produksi, saya bisa mengerjakan dua hal ini sekaligus. Memang perlu banyak koreksi, tapi kinerja saya cukup untuk menyelesaikan tugas ganda saya ini.

Proyek ini sudah berlangsung cukup lama. Dan sempat mandeg karena kekurangan daya dorong dari motor penggerak. Tetapi akhirnya, kami bisa menyelesaikan tugas - tugas yang seharusnya kami kerjakan dari beberapa waktu lalu.

Afi Ressa Maulana (D.O.P) sedang memantau jalannya proses produksi melalui monitor eksternal agar gambar dapat dilihat dengan lebih jelas dan misfocus bisa dihindari. (Foto: Eden)

Kami mengerjakan proyek besar ini selama 2 hari 4 malam mulai dari hari Jumat (18/1) malam hingga Minggu (20/1) malam di wilayah Kabupaten Pemalang, tepatnya Desa Surajaya. Kami memutuskan untuk menginap, karena untuk efisiensi waktu, tenaga, dan sumberdaya.

Proyek ini didanai oleh Sinema Pantura sebesar Rp. 5.000.000,-. Angka yang cukup besar untuk sebuah film pendek. Tetapi mengingat barang yang kami butuhkan cukup banyak untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak asal karya, kami menggunakan dana sebanyak itu.

Afi Ressa Maulana (D.O.P) sedang menggunakan Focus Ring untuk mengatur fokus pada saat proses produksi film pendek Gemblung. (Foto: Eden)

Dana sebanyak itu kami gunakan untuk menyewa alat, kebutuhan konsumsi, penginapan, dan perijinan. Selain itu, kami juga menggunakan dana itu untuk memberikan uang transport untuk talent dan extras.

Berkat dukungan dari seluruh tim, pembina, dan pihak - pihak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, akhirnya proyek ini berhasil kami selesaikan.

YOUTUBE REWIND PEMALANG 2018

Sekitar bulan September 2018 saya bergabung dengan salah satu komunitas YouTuber di wilayah tempat saya tinggal. Sebulan kemudian, saya dipercayai untuk mengordinasi sebuah proyek perdana yang komunitas ini adakan. Hal ini bukanlah hal yang mudah, karena yang saya harus segera menyesuaikan diri di atmosfer yang baru dan memimpin sebuah proyek yang cukup besar. Ditambah lagi ini adalah YouTube Rewind Pemalang yang pertama, sehingga hal ini harus menjadi contoh untuk yang berikutnya.

Dalam proyek kali ini, saya dibantu oleh Faiq Maolana, yang menjadi Co-Coordinator. Saya memulai proyek ini dengan mengumpulkan seluruh anggota komunitas ini. Dan setelah sudah terkumpul semua, saya segera membagi tugas mereka masing - masing agar kami dapat bersama - sama menyelesaikan proyek perdana ini.

Kami memutuskan untuk membuat rapat sebanyak 3 kali sampai akhirnya siap untuk diadakan proses produksi (Shooting). Pada pertemuan ketiga, kami semua sudah siap, karena semua proses sudah dijelaskan dengan sangat panjang lebar kepada seluruh tim produksi maupun talent.


Hujan tidak menghalangi tim produksi YouTube Rewind Pemalang 2018 untuk berhenti. Kami memanfaatkan apapun yang kami miliki agar proses ini dapat terselesaikan. (foto: Prio)

Proses produksi kami laksanakan selama 6 hari yang berlangsung 3 minggu (2 hari seminggu). Beberapa tempat wisata kami datangi guna memperkental nuansa Pemalang. Judul Pemalang Pusere Jawa juga kami angkat berdasarkan suara terbanyak, mengingat slogan ini menjadi sangat terkenal dan cukup viral pada tahun 2018.

Setelah proses shooting yang berminggu - minggu, akhirnya kami dapat menyelesaikan tahap tersebut. Berlanjut ke tahap editing (post production). Kami mengedit menggunakan 2 perangkat berbeda selama 2 minggu agar video yang dihasilkan dapat sempurna dan sesuai harapan.

Saya (kiri) dan Faiq Maolana (Kanan) setelah menyelesaikan produksi di Pantai Widuri Pemalang. (foto: Hafit)

Ini adalah proyek pertama saya dalam komunitas YouTuber Pemalang ini, dan saya cukup bangga dengan kinerja tim. Memang ada banyak hal yang perlu kami secara pribadi maupun kelompok perlu koreksi, tetapi untuk awalan, saya merasa hal ini sudah cukup baik.

Semoga di proyek berikutnya, komunitas ini dapat lebih berkembang dan kualitas konten dan kinerja kami dapat senantiasa diperbaiki dari waktu ke waktu.

YouTube Rewind Pemalang 2018 sudah bisa dinikmati melalui YouTube. Silakan cari YouTube Rewind Pemalang 2018 di kolom pencarian, maka hasil kerja keras kami dapat ditemukan disana. Behind The Scene juga sudah ada disana dan bisa dinikmati pula.

FIRST WINNER of SHARP CLASS COMPETITION


Saya bersekolah di SMK N 1 Ampelgading dan mengambil jurusan Teknik Audio Video. Disana saya belajar tentang rangkaian elektronika dan semua yang berhubungan dengan hal itu. Saya mempelajari teknik-teknik tertentu dalam hal perancangan, perakitan, hingga troubleshooting. Saya sangat menikmati ketika belajar bersama teman-teman saya disana.

Salah satu program yang dimiliki oleh jurusan Teknik Audio Video ini adalah Sharp Class. Yang pada intinya adalah program yang dimilki oleh Sharp Electronic Indonesia (SEID) yang menyasar ke sekolah-sekolah dalam rangka pemberian edukasi kepada siswa tentang keseimbangan antara pembelajaran teoritis di bangku sekolah dan praktek pada DUDI.

Saya menerima hadiah sebesar Rp. 1.750.000,- dari Sharp Electronic Indonesia dalam acara Sharp Class Competition.
(Foto: Yahya)

Kami diajari tentang teknik yang lebih berguna dan bermanfaat ketika sudah terjun langsung ke lapangan. Bagaimana sesuatu yang sudah kami pelajari di kelas, bisa kami terapkan disana.

Pembelajran ini berlangsung kurang lebih 12 kali. Dimana ada 4 pertemuan setiap bulannya. Ini berarti Sharp Class berlangsung selama 3 bulan di semseter 5 pembelajaran kami.

Setelah Sharp Class selesai, diadakan kegiatan penutupan Sharp Class yang dihadiri oleh seluruh siswa Teknik Audio Video tingkat 12 dan guru-guru. Disana diadakan Sharp Class Competition. Disana, dipilih 6 anak yang merupakan siswa terbaik selama proses Sharp Class berlangsung. Saya adalah salah satu dari 6 anak itu. Kami mendapatkan kesempatan untuk mendapat hadiah berupa Uang dengan total Rp. 4.800.000,- untuk tiga orang pemenang.

Saya (Siswa paling kiri), Pemenang juara ke dua, Agim Tetuko (tengah), dan Pemenang juara ketiga, Difa Aufar Hakim (Kanan) berfoto bersama Sharp Electronic Indonesia dan Kepala SMK N 1 Ampelgading (Paling kanan).
(Foto: Yahya)

Untuk mendapatkan hadiah itu pertama kami dihadapkan pada sebuah permasalahan. Disediakan LCD TV yang sudah dirusak terlebih dahulu. Kami harus membongkar TV tersebut, memeriksa kerusakannya, dan memperbaikinya, serta menutup kembali semua yang sudah kami bongkar dalam waktu kurang dari 10 menit.

Kondisi TV sebelum dan sesudah dibongkar harus sama, dan TV bisa dinyalakan dan berfungsi sempurna. Tidak boleh ada baut tertinggal atau baut yang kurang. Kabel dan Backdoor TV harus terpasang rapat dan rapi.

Kami beradu cepat agar dapat masuk ke 3 besar dan mendapat kesempatan untuk meraih hadiah utama dari Sharp Electronic Indonesia. Akhirnya terdapatlah 3 nama yang bisa mendapatkan kesempatan itu. Saya adalah orang yang termasuk dalam 3 orang yang disebutkan itu.

Saya ketika harus memberikan penjelasan mengenai permasalahan yang terjadi pada TV yang rusak.
(Foto: Yahya)

Perjuangan tidak berhenti sampai disini saja. Ketiga orang yang sudah dipilih itu harus mampu menjelaskan kepada semua orang yang hadir dalam acara itu. Mereka yang terpilih harus memberikan seluruh kemampuan mereka agar orang awam bisa mengerti permasalahan yang terjadi pada TV tersebut hingga rusak, dan bagaimana kami mampu memperbaikinya.

Saya bisa memberikan penjelasan yang cukup mudah dipahami dalam waktu kurang lebih 5 menit. Dan setelah itu tibalah waktu pengumuman.

Nama saya tersebut ketika menyebut Juara Pertama dalam perlombaan Sharp Class Competition ini. Sungguh pengalaman yang luar bisa bisa berkompetisi di lingkungan sendiri dengan suasana yang berbeda. Saya menikmati tiap detik dari kompetisi itu, dan saya berharap agar perjuangan saya tidak berhenti sampai disini saja.

Saya masih ingin mengikuti kompetisi yang lain, agar mendapat pengalaman yang berbeda.

HARI BERSAMANYA (SHEILA ON 7) - LITTLE CLEF


Beberapa waktu lalu, saya sempat di mintai tolong oleh salah satu band dari sekolah saya yaitu Little Clef. Saya dimintai tolong oleh salah satu dari mereka untuk membuatkan video klip untuk mereka yang akan membawakan lagu dari Sheila on 7 - Hari Bersamanya.

Saya sangat menikmati masa - masa ini. Karena sebenarnya saya terjun ke dunia videografi berangkat dengan harapan agar suatu saat saya bisa memproduksi sebuah video klip atau musik video saya sendiri. Dulu saya terinspirasi dari The Piano Guys yang memiliki skill bermusik yang baik disambi dengan kualitas videografi yang baik pula.

Salah satu cuplikan dari video yang kami produksi. (sumber: video)

Kembali ke ajakan tersebut, saya memikirkan matang-matang tentang ajakan mereka, dan setelah saya mantap, saya memilih untuk menerima ajakan tersebut. Melihat saya menanggapi dengan baik Little Clef merasa senang.

Saya langsung berusaha untuk menemui mereka dan membicarakan video seperti apa yang mereka inginkan dan konsep seperti apa yang hendak mereka gaet. Kami membicarakan ini tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam kami sudah sepakat dan bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Saya menggunakan beberapa Close-Up shoot supaya mendapatkan Depth of Field yang menarik. (sumber: video)

Saya langsung mengonsep, dan mempersiapkan semuanya yang dibutuhkan agar dapat menyelesaikan proyek ini. Saya juga memastikan apakah langkah yang saya ambil benar atau salah dengan terus menghubungi pihak Little Clef guna konfirmasi.

Setelah semua selesai, kami langsung melakukan produksi. Kami memilih Taman Kota Comal untuk lokasi shooting kali ini bukannya tanpa alasan. Kami ingin mengusung taman kota ini karena memang pada waktu itu taman kota ini baru booming dan layak untuk digunakan. Kami menyelesaikan produksi dengan cukup singkat, hanya membutuhkan 3 jam untuk menyelesaikan itu semua.

Salah satu cuplikan dari video yang kami produksi. (sumber: video)

Kemudian ke tahap paling lama, yaitu Post-Production. Saya membutuhkan waktu sekitar 84 jam untuk bisa menyelesaikan proyek ini. Ada 14 layer video dengan beberapa efek visual yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Memang, proses tidak mengkhianati hasil. Saya bisa sangat puas ketika menyelesaikan proyek perdana saya dalam hal Music Video. Bagi yang ingin menonton silakan klik tombol dibawah. Saya juga membuat video pembahasan yang lebih jelas, link juga sudah saya sertakan.

Start Work With Me

Contact Us
EDEN PEMALANG
+62 857 4264 4583

Pemalang, Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.